Selasa, 14 Maret 2017

PENYUSUNAN ROAD MAPS DAN RENCANA KERJA

 PENYUSUNAN ROAD MAPS DAN RENCANA KERJA



#PENGERTIAN

Hasil gambar untuk ROAD MAPS LOGO  Road Maps adalah peta yang terutama menampilkan jalan dan jaringan transportasi daripada geografis alam informasi. Ini adalah jenis peta navigasi yang umumnya meliputi batas-batas politik dan label, sehingga juga merupakan jenis peta politik . Selain jalan dan batas-batas, peta jalan sering termasuk tempat tujuan , seperti bisnis terkemuka atau bangunan, situs pariwisata, taman dan fasilitas rekreasi, hotel dan restoran, serta bandara dan stasiun kereta api. Sebuah peta jalan mungkin juga mendokumentasikan non-otomotif rute transit, walaupun sering ini ditemukan hanya pada peta transit . road maps juga membantu mencapai konsensus tentang satu set kebutuhan dan teknologi yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, menyediakan mekanisme untuk membantu perkembangan teknologi proyeksi, dan menyediakan kerangka kerja untuk membantu merencanakan dan mengkoordinasikan perkembangan teknologi.

Sebuah roadmap bisa merujuk ke:
#LATAR BELAKANG
Dengan semakin banyajnya aktifitas , tugas, pekerjaan, atau banyak hal yang harus di penuhi yang sifatnya wajib, pastinya kita menemukan kebingungan dalam mengerjakan hal yang mana terlebih dahulu, dan bagaimana serta kapan kita harus mengerjakannya. maka dari itu kita harus mammiliki Road Maps untuk semat-mata agar dapat memiliki arah dan tujuan dalam mengerjakan
sesuatu agar terarah.


#TUJUAN ROAD MAPS
  1.  Menjadi instrumen yang akan memandu perubahan lingkungan kegiatan sesuai denagn karakteristik yang dimilikinya.
  2.  Menjadi instrumen yang dapat mempersatukan seluruh kegiatan dalam ingkungan yang membatasinya.
  3.  Menjadi instrumen yang dapat memberikan petunjuk tentang dari mana dan akan kemana perubahan dilakukan dalam rangka mengsukseskan progam.
  4.  Merupakan dokumen yang menjadi acuan dalam melakukan perubahan setiap individu  dibidangnya. 
#PRINSIP DASAR ROAD MAPS
  1.  JELAS - Road Maps harus mudah dipahami dan dilaksanakan .
  2. RINGKAS - Road Maps disajikan secara ringkas dan padat sesuai format yang ditentukan. 
  3. TERUKUR - Progam, kegiatan, target, waktu, output, outomes harus dapat diukur.
  4. ADJUSTABLE - Road Maps dapat mengakmondasi umpan balik dan perbaikan yang diperlukan.
  5. TERINCI - Road Maps merupakan rincian dari pelaksanaan kegiatan dan hasil kegiatan tersebut.
  6. KOMITMEN - Road Maps merupakan kesepakatan bersama yang memberikan gambaran.
  7. DOKUMENT RESMI - Road Maps harus menjadi dokument resmi yang dapat ditetapkan dalam lingkungan kerja yang bersangkutan .
#SISTEMATIKA ROAD MAPS
A. Ringkasan Eksekusif
B. Pendahuluan
C. Kondisialisasi rencana aksi progam dan kegiatan :
1. Pencapain
  • Melakukan assassment terhadap kondisi organisasi saart ini.
  • Mengidentifikasi berbagai permasalahan yang memberikan pengaruh pada pencapaian kinerja organisasi.
  • Mengidentifikasi berbagai pencapaian kinerja dan faktor yang menjadi kunci keberhasilan 
2. Rencana
  • Melakukan assessment terhadap kondisi kinerja saat ini.
  • Mengidentifikasi berbagai kelemahan yang perlu diperbaiki agar memiliki kemampuan untuk mewujudkan kinerja organisasi yang diharapkan .
  • Merumuskan tujuan dan sasaran (tahunan)
  • Menyusun rencana progam, kegiatan dan tahapa kerja.
  • Merumuskan agenda prioritas.
3. Agenda prioritas
  • Dampak yang ditimbulkan dari kegiatan & aktifitas (tahapan aktifitas (tahapan kinerja) yang dilakukan terhadap setiap kinerja saat ini ).
  • Dampak yang ditimbulkan dari kegiatan & aktifitas (tahapan kerja yang dilakukan tahapan kegiatan dan aktifitas )tahapan kerja lainnya. 
  • Sekuen dari kegiatan dan aktifitas (tahapan kerja) dalam kerja.
4. Kriteria keberhasilan
  • Indikator adalah sebuah instrument yang memberikan informasi atau sebuah variable, yang bertujuan mengukur variable perubahan atau proses
  • Dari jenisnya indikator dapat dibedakan menjadi indikator keluaran (output dari indikator hasil (outcome), sementara dari cara pengukuran dapat dibedakan menjadi 2 yaitu : indikator kuantitas (kuantitive indicator) dan indikator kualitas (cuality indicator ).
  • Suatu indikator dapat dikatakan baik memenuhi prasyarat, spesific, measurabe, achivable, relevant dan time bound (smart).
5. Waktu pelaksanaan dan tahapan.
6. Penanggungjawab.
7. Rencana Anggaran.








Senin, 13 Maret 2017

HELP DESK

Pekerjaan teknisi meja bantuan (help desk)

#Latar Belakang
Mengetahui lebih dalam lagi tentang Pekerjaan teknisi meja bantuan (help desk) agar mendapat pengetahuan lebih


#Maksud Dan Tujuan 
Memahami dan mempelajari materi  Pekerjaan teknisi meja bantuan (help desk)

 
#Alat Dan Bahan   
- Referensi
Pengertian Helpdesk
Helpdesk pada dasarnya adalah sebuah center point dimana masalah atauissue dilaporkan dan diatur secara terurut dan diorganisasikan. Dari perspektif umum,helpdesk merupakan bagian pelengkap dari sebuah fungsi pelayanan, dan bertanggung jawab sebagai sumber dari pemecahan masalah atau issue lainnya.
Menurut Wooten (2001, p5), ”Helpdesk is a formal organization that provides support function to users of the companies product, services, or technology”. Jadi helpdesk merupakan bagian dari perusahaan yang menyediakan dokumen fungsi produk, servis atau teknologi dari perusahaan tersebut.
 
Helpdesk adalah sebuah departemen atau bagian dalam perusahaan yang melayani atau menanggapi pertanyaan teknis pengguna. Helpdesk digunakan untuk menjawab pertanyaanclient. Pertanyaan dan jawaban dapat disampaikan melalui telepon, emailweb atau fax. Bahkan ada software helpdesk yang membuat orang lebih mudah untuk menjalankan helpdesk dengan cepat untuk menemukan jawaban yang bersifat umum.
Berdasarkan definisi diatas helpdesk merupakan bagian struktur atau program yang menangani pertanyaan dan keluhan baik itu dari pihak internal atau pihal eksternal dengan menyediakan informasi atau solusi yang dibutuhkan pengguna.
Kelebihan Helpdesk
Helpdesk memberikan pelayanan terbaik pada penggunanya serta dapat menurangi biaya. Hal ini dikarenakan berbagai keuntungan penggunaan helpdesk.
1.      Helpdesk dapat memberikan solusi atas pertanyaan – pertanyaan dalam kurun waktu singkat.
2.      Helpdesk dapat mengecek permasalahan yang ada dan mengatur pembagian staff.
3.      Helpdesk dapat meningkatkan efisiensi perusahaan dalam menangani pertanyaan dan keluhan pelanggan.
4.      Helpdesk dapat memberi laporan kerja perkembangan kinerja para staff dan pimpinan.
5.      Helpdesk dapat menangani pertanyaan dan keluhan yang sejenis karena pertanyaan dan keluhan dicatat.





Berikut adalah beberapa feature dari aplikasi Trelis Desk:
Acount
Acount yang tidak terbatas untuk kategori staff yang dapat merespon lampiran file berdasarkan basis pengetahuan yang telah diketahui sebelumnya (artikel,kategori,pencarian, dll) dan file tertentu pada “Submit a ticket”
Managemen Pengguna Email
Managemen pengguna email berdasarkan pada basis kesalahan email system.
Pembagian tiket berdasarkan departement
Dengan feature ini maka semua departement dapat menerima permintaan dukungan dan tidak tertutup untuk bagian IT saja. Misalnya departement Supply Chain Management yang menangani masalah inventaris barang dan sirkulasi barang dapat menggunakan aplikasi ini untuk menangani permintaan barang dari departement atau cabang kantor lain.
Prioritas tiket
Tiket dapat dibuat dan diberikan prioritas apakah tiket tersebut bersifat penting atau biasa saja. Dengan demikian bagian yang menerima tiket dapat memberikan dukungan dengan tepat sesuai prioritas tingkat kepentingan.
Pengalihan tiket
Tiket dapat dialihkan kepada staff tertentu sehingga tiket tersebut dapat ditangani oleh staff tersebut dan bertanggung jawab atas penyelesaian tiket tersebut.
Pengaturan hak akses berdasarkan group
Aplikasi ini memiliki tingkat akses berlevel yang dibagi berdasarkan group sehingga memiliki tingkat keamanan penggunaan yang baik
RSS tiket
Kita dengan mudah membuat RSS feed pada tiket yang menjadi tanggung jawab kita. Dengan demikian kita dengan mudah mengecek apakah ada tiket baru yang ditujukan pada kita dengan cepat.
Multi Language
Secara default aplikasi ini memiliki tampilan dengan bahasa Inggris. Namun dengan mudah kita dapat menerjemahkan aplikasi ini ke bahasa lain yang kita inginkan. Cukup dengan mengisi terjemahan dari kalimat-kalimat yang digunakan dalam aplikasi.
Knowledge Base
Memiliki knowledge base atau basis pengetahuan yang terintegrasi. Hal ini memudahkan kita dalam mencari langkah penyelesaian sebelum memasukkan tiket. Dengan feature yang memberikan saran solusi yang tersedia sebelum kita memasukkan tiket akan membantu meningkatkan efisiensi kerja karena mengurangi frekuasi dalam menangani masalah yang sama.
Dan beberapa fitur, antara lain :
·         Ticket departments
·         Ticket priority levels
·         Canned ticket replies
·         Group permissions
·         Ticket escalation
·         Ticket assignment
·         Rich text editor
·         Helpdesk RSS feeds
·         Ticket attachments
·         Skin manager
·         Language manager
·         Manage articles and categories
·         Article ratings and comments
·         Smart display of KB articles during ticket submission
·         Pipe support emails into your helpdesk
·         Email notifications



Sabtu, 11 Maret 2017

STANDART OPERATIONAL PROSEDURE (SOP)

STANDART OPERATIONAL PROSEDURE
(SOP)



A. PENGERTIAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDURE

  Standart Operating Prosedure (SOP) adalah serangkaian instruksi kerja tertulis yang dibakukan (terdokumentasi) mengenai proses penyelenggaraan administrasi perusahaan, bagaimana dan kapan harus dilakukan, dimana dan oleh siapa dilakukan.
Hasil gambar untuk STANDARD OPERATING PROCEDURE  Menurut Tjipto Atmoko, Standart Operasional Prosedur merupakan suatu pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja instansi pemerintah berdasarkan indikator-indikator teknis, administratif dan prosedural sesuai tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan.




1. Manfaat Standar Operasional Prosedure(SOP)
  • sebagai standarisasi cara yang dilakukan pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan yang menyelesaikan tugasnya.
  • Mengurangi tingkat kesalahan dan kelalaian yang mungkin dilakukan oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas.
  • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab individual pegawai dan organisasi secara keseluruhan.
  • Membantu pegawai menjadi lebih mandiri dan tidak bergantung pada intervensi manajemen, sehingga akan mengurangi keterlibatan pimpinan dalam pelaksanaan proses sehari-hari.
  • Meningkatkan akuntibilitas pelaksanaan tugas.
  • Menciptakan ukuran standar kinerja yang akan memberikan pegawai cara konkrit untuk memperbaiki kinerja serta membantu mengevaluasi usaha yang telah dilakukan.
  • Memastikan pelaksanaan tugas penyelenggaraan pemerintahan dapat berlangsung dalam berbagai situasi.
  • Memberikan informasi mengenai kualifikasi kompetensi yang harus dikuasai oleh pegawai dalam melaksanakan tugasnya.
  • Memberikan informasi dalam upaya peningkatan kompetensi pegawai.
  • Memberikan informasi mengenai beban tugas yang dipikul oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya.

2.  Tujuan Standard Operating Prosedure (SOP)
  • Agar petugas/pegawai menjaga konsistensi dan tingkat kinerja petugas/pegawai atau tim dalam organisasi atau unit kerja.
  • Agar mengetahui dengan jelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam organisasi.
  • Memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari petugas/pegawai terkait.
  • Melindungi organisasi/unit kerja dan petugas/pegawai dari malpraktek atau kesalahan administrasi lainnya.
  • Untuk menghindari kegagalan/kesalahan, keraguan,duplikasi, dan inefisiensi.

3. Fungsi Standarad Operating Prosedure(SOP)
  • Memperlancar tugas petugas/pegawai atau tim/unit kerja.
  • Sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan.
  • Mengetahui dengan jelas hambatan-hambatannya dan mudah dilacak.
  • Mengarahkan petugas/pegawai untuk sama-sama disiplin dala bekerja.
  • Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin.

4. Keuntungan adanya Standard Operating Prosedure (SOP) 
  • SOP yang baik akan menjadi pedoman bagi pelaksana,menjadi alat komunikasi dan pengawasan dan menjadikan pekerjaan diselesaikan secara konsisten.
  • Para pegawai akan lebih memiliki percaya diri dalam bekerja dan tahu apa yang harus dicapai dalam setiap pekerjaan.
  • SOP juga bisa dipergunakan sebagai salah satu alat trainning dan bisa digunakan untuk mengukur kinerja pegawai.



B. SIMBOL-SIMBOL DALAM STANDART OPERATIONAL PROSEDURE

1. Format Umum Standard Operating Prosedure (SOP)

  Ada empat faktor yang dapat dijadikan dasar dalam penentuan format penyusunan Standard Operating Prosedure (SOP) yang akan dipakai oleh suatu organisasi yaitu:
  • banyaknya keputusan yang akan dibuat dalam suatu prosedur.
  • Banyaknya langkah dan sub langkah yang diperlukan dalam suatu prosedur.
  • Siapa yamh dijadikan target sebagai pelaksana Standrad Operating Prosedure (SOP).
  • tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan Standard Operating Prosedure (SOP) ini.

Ada 4 jenis format umum Standard Operating Prosedure (SOP)
a. langkah sederhana (simple steps)
  Simple steps dapat digunakan jika prosedur yang akan disusun hanya memuat sedikit kegiatan dan memerlukan sedikt keputusan yang bersifat sederhana. Format SOP ini dapat digunakan dalam situasi dimana hanya ada beberapa orang yang akan melaksanakan prosedur yang telah disusun.

b. Tahapan berurutan (Hierarchical steps)
  Format ini merupakan pengembangan dari simple steps. Digunakan jika prosedur yang disusun panjang, lebih dari 10 langkah dan membutuh kan informasi yang lebih detail, akan tetapi hanya memerlukan sedikit pengambilan keputusan.

c. Grafik (graphic)
  Format grafik ini bertujuan untuk memudahkan memahami prosedur yang ada dan biasanya ditujukan untuk pelaksanaan eksternal organisasi (pemohon).

d. Diagram alir (flowcharts)
  Flowcharts merupakan format yang biasa digunakan, jika dalam SOP diperlukan pengambilan keputusan yang banyak (kompleks) dan membutuhkan opsi jawaban (alternatif jawaban) seperti:jawaban “ya” atau “tidak”, “lengkap” atau “tidak”, “benar” atau “salah”, dsb. Simbol-simbol tersebut memiliki fungsi yang bersifat khas (teknis dan khusus) yang pada dasarnya dikembangkan dari simbol dasar flowcharts (basic symbols of flowcharts) yang terdiri dari 4 simbol, yaitu:
  • simbol kapsul/terminator, untuk mendiskripsikan kegiatan mulai dan berakhir.
  • Simbol kotak/process, untuk mendiskripsikan proses atau kegiatan eksekusi.
  • Simbol belah ketupat/decision, untuk mendiskripsikan kegiatan pengambilan keputusan.
  • Simbol anak panah/arrow, untuk mendiskripsikan arah kegiatan (alur proses kegiatan).
  • Simbol segi lima/off-page connector, untuk mendiskripsikan hubungan antar simbol yang berbeda halaman.

  Format standrad operating prosedure dalam bentuk flowchartsterdiri dari 2 jenis yaitu:
  • Linear flowcharts (diagram alir linier)
      Ciri utama dari format linear flowcharts ini adalah unsur kegiatan yang disatukan, yaitu: unsur kegiatan atau unsur pelaksanaannya dan menuliskan rumusan kegiatan secara singkat didalam simbol yang dipakai.
  • Branching flowcharts (diagram alir bercabang).
      Format Branching Flowcharts memiliki ciri utama dipisahkannya unsur pelaksana dalam kolom-kolom yang terpisah dari kolom kegiatan dan menggambarkan prosedur kegiatan dalam bentuk simbol yang dihubungkan secara bercabang-cabang.

2. Simbol-simbol dalam prosedur kerja

a. jenis-jenis simbol
  •  Lingkaran besar (O)
  •  belah ketupat
  •  segi empat bujur sangkar 
  •  segi tiga terbalik
  •  segi tiga ganda terbalik 
  •  lingkaran kecil 
  •  anak panah

b. Kegunaan Simbol-simbol dalam prosedur
  • Jenis-jenis pekerjaan, tahap-tahap, gerakan-gerakan, dan bagian-bagian pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu bidang tugas.
  • Waktu rata-rata yang diperlukan baik untuk penyelesaian setiap tahap atau jenis pekerjaan dan waktu seluruhnya yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan tersebut.
  • Persyaratan kecakapan dan keterampilan pegawai yang diperlukan untuk dapat mengerjakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.
  • Peralatan dan fasilitas kerja yang diperlukan untuk dapat mengerjakan pekerjaan.
  • Jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk suatu bidang tugas atau bidang kegiatan dan sebagai salah satu alat evaluasi kerja pegawai.
  • Apakah peralatan, fasilitas, dan tenaga kerja telah dimanfaatkan sesuai dengan kapasitas yang semestinya.
  • Kemacetan-kemacetan yang paling banyak terjadi.

  Dalam penelitian klinis, Dewan Internasional untuk Harmonisasi (ICH) mendefinisikan SOP sebagai "rinci, instruksi tertulis untuk mencapai keseragaman kinerja fungsi tertentu". SOP mendapatkan biasanya diterapkan dalam pengolahan farmasi dan untuk studi klinis terkait. Ada fokus selalu diatur pada aplikasi berulang dari proses berubah dan prosedur dan dokumentasi, maka mendukung pemisahan asal, sebab dan akibat. Aplikasi lebih lanjut adalah dengan triase , ketika sumber daya terbatas terbiasa menurut penilaian pada peringkat, urgence dan kemungkinan staf . Direktur Studi terutama bertanggung jawab untuk SOP. Unit Jaminan Mutu adalah individu yang bertanggung jawab untuk memantau apakah laporan studi dan tes bertemu SOP. SOP juga dapat memberikan karyawan dengan mengacu praktek umum bisnis, kegiatan, atau tugas. karyawan baru menggunakan SOP untuk menjawab pertanyaan tanpa harus mengganggu supervisor untuk bertanya bagaimana operasi dilakukan. Internasional standar mutu ISO 9001 pada dasarnya membutuhkan penentuan proses (didokumentasikan sebagai prosedur operasi standar) yang digunakan dalam proses manufaktur yang dapat mempengaruhi kualitas produk.

Jumat, 10 Maret 2017

PENGERTIAN MANAJEMENT PROYEK

PENGERTIAN MANAJEMENT PROYEK 


WHat Is A Manajement Proyek?
Hasil gambar untuk manajemen proyekManajemen proyek adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek. Proyek adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yang telah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya (dan biasanya selalu dibatasi oleh waktu, dan seringkali juga dibatasi oleh sumber pendanaan), untuk mencapai tujuan dan hasil yang spesifik dan unik, dan pada umumnya untuk menghasilkan sebuah perubahan yang bermanfaat atau yang mempunyai nilai tambah. Proyek selalu bersifat sementara atau temporer dan sangat kontras dengan bisnis pada umumnya (Operasi-Produksi), dimana Operasi-Produksi mempunyai sifat perulangan (repetitif), dan aktifitasnya biasanya bersifat permanen atau mungkin semi permanen untuk menghasilkan produk atau layanan (jasa/servis). Pada prakteknya, tipe manajemen pada kedua sistem ini sering berbeda, dengan kemampuan teknis dan keputusan manajemen strategis yang spesifik.

Tantangan utama sebuah proyek adalah mencapai sasaran-sasaran dan tujuan proyek dengan menyadari adanya batasan-batasan yang telah dipahami sebelumnya.  Pada umumnya batasan-batasan itu adalah ruang lingkup pekerjaan, waktu pekerjaan dan anggaran pekerjaan. Dan hal ini biasanya disebut dengan "triple constrains" atau "tiga batasan". Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan harkat dan martabat individu dalam menjalankan proyek, maka batasan ini kemudian berkembang dengan ditambahkan dengan batasan keempat yaitu faktor keselamatan. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana mengoptimasikan dan pengalokasian semua sumber daya dan mengintegrasikannya untuk mencapai tujuan proyek yang telah ditentukan.

Konsep Manajemen Proyek

Manajemen proyek perangkat lunak merupakan layer pertama pada proses software engineering & sangat penting untuk kesuksesan proyek. Ada 4 P yang harus kalian tahu dari Manajament Proyek,yaitu :

1. People ; manusia sebagai element yang sangat penting untuk kesuksesan proyek.
2. Product ; software yang akan dibuat.
3. Process ; serangkaian aktifitas dalam software engineering.
4. Project ; semua pekerjaan yang dibutuhkan untuk mewujudkan produk perangkat lunak.


Aspek-Aspek Yang Diperhatikan Manajemen Proyek

-measurement?


Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Akhir Proyek



Aktifitas pada Manajemen Proyek 

 Manajemen Proyek terdiri atas :
- measurement
- estimation
- risk analysis
- scheduling
- tracking & control

1. Measurement ( Pengukuran )
Pengukuran pada proses dan produk yang dihasilkan
- biaya

2. Estimation ( Estimasi ) 
 Di tahap planning ( perencanaan ) pada manajemen proyek , dibuat penaksiran mengenai :
- tenaga manusia ( jml orang - bulan )
- durasi proyek secara kronologis ( kalender )
- biaya Umumnya , kebanyakan teknik estimasi mempunyai ciri
- ruang lingkup proyek ditetapkan di awal
- software metric ( pengukuran lama)  sebagai basis estimasi yang baru
- proyek dipecah menjadi bagian kecil yang akanditaksir secara individual

3. Risk Analysis
Rangkaian langkah-langkah manajemen resiko yang dapat ‘ menyerang ’ resiko :
- risk identification
- risk assessement
- risk prioritization
- risk management strategies
- risk resolution & risk monitoring

 4. Scheduling 
Penjadwallan terdiri atas aktifitas :
- identifikasi tugas-tugas proyek
- menentukan saling ketergantungan antara tugas-tugas proyek
- menetapkan tenaga usaha untuk masing-masing tugas
- penunjukkan orang & sumber daya lain
- pembuatan jaringan tugas
- pembuatan penjadualan time - line

5. Tracking & Control
Manager proyek melakukan penelusuran setiap tugas pada jadual yang telah ditetapkan.