Jumat, 17 Maret 2017

JENIS-JENIS KOMPUTER

KOMPUTER
 sebelumnya kamu sudah tahu tentang definisi komputer . nah....sekarang kamu harus mengetetahui juga jenis-jenis komputer. Ada beberapa jenis komputer yang ada didunia salah satunya adalah laptop dan personal computer(PC).

#Latar Belakang
Mengetahui lebih dalam lagi tentang   Domain Name System (DNS) agar mendapat pengetahuan lebih

#Maksud Dan Tujuan Memahami dan mempelajari materi   Domain Name System (DNS)
#Alat Dan Bahan  - Referensi





  

   Jenis komputer diberikan nama sesuai dengan fungsinya masing-masing antara lain mari kita lihat beberapa jenis komputer :

1. Personal Computer (PC)

  Adalah istilah yang digunakan untuk komputer yang diletakkan di atas meja (Desktop Komputer); biasanya yang diletakkan diatas meja hanyalah monitor, mouse dan keyboard, sementara CPU diletakkan dibawah meja. Komputer ini terpisah antara CPU dengan monitornya. Biasanya komputer ini banyak digunakan untuk keperluan mengakses atau mengedit data dengan waktu yang cukup lama, dan juga banyak digunakan oleh para gamers.
Komputer ini dapat di upgrade dengan mudah dibandingkan dengan komputer lainnya untuk meningkatkan performa komputer tersebut.

2. Desknote
  Selain PC yang diletakkan di atas meja, ada juga komputer portable dengan ukuran yang lebih kecil dari PC, namun tidak memiliki baterai.  Catu daya yang digunakan langsung dari colokan listik yang ada. Dengan catu listrik maka harganya tidak semahal Laptop (komponen batere merupakan salah satu komponen yang mahal). Disebut desknote karena komputer ini mudah dibawa namun untuk penggunaannya sering ditaruh dimeja dengan catuan listrik dan dapat dilipat untuk mempermuadah penyimpanan.

3. Laptop
  Adalah komputer yang bentuknya ringkas dan portable (mudah dibawa kemana-mana). CPU, monitor dan keyboard menyatu menyerupai sebuah buku. Untuk menggunakannya dibuka terlebih dahulu. Kenapa namanya laptop? Karena setiap penggunanya selalu menaruh di atas pangkuan (lap)


4. Netbook
  Komputer ini keluar sekira 2 atau 3 tahun terakhir. Kebutuhan orang untuk terhubung ke internet setiap saat baik untuk chatting, surfing, update blog, facebook dan sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut pabrikan berlomba-lomba membuat komputer portable yang ringan dan murah tetapi fiturnya dibatasi dari laptop dan notebook . Dari kondisi inilah lahir perangkat netbook atau notebook yang diperuntukkan bagi para netter (pelaku internet)
5. Subnotebook
  Adalah notebook yang ukurannya lebih kecil dari notebook pada umumnya. Ukuran notebook umumnya 14-15 inch. Subnotebook kisaran layarnya berkisar antara 10-13 inch. Bentuk gambarnya mirip dengan Netbook
6. Palmtop
  Dengan berkembangnya teknologi nano komputer dan IC, maka ukuran laptop juga semakin kecil. Bahkan ukurannya sebesar telapak tangan (palm). Sehingga dijuluki palmtop. Dengan bentuk menyerupai Handpohne, sehingga lebih praktis dan mudah dibawa kemana-mana untuk berinternet dan kebutuhan mengirim serta menerima email
7. PC Tablet
  Kebutuhan pengguna PC/notebook untuk bekerja dan berkomunikasi membuat pabrikan menciptakan alat input (input) device selain keyboard dan mouse. Alhasil muncullah alat tulis kecil seperti pensil yang disebut dengan stylus. Stylus digunakan untuk menulis di monitor laptop/notebook dimana monitornya bisa diputar dan dilipat layaknya kita menulis di atas kertas. Komputer ini dinamakan PC Tablet
8. Rugged Laptop
  Adalah laptop yang dikhususkan untuk kondisi ekstrim seperti tempat yang penuh goncangan atau berpotensi terhadap benturan, getaran dan air serta cuaca yang tidak mendukung untuk penggunaan PC biasa. Harganya paling mahal, dan PC ini biasanya digunakan oleh Pelaut, penyelam,  Militer dan pekerja yang melakukan pekerjaan di lapangan dengan kondisi goncangan serta kelembaban yang ekstrim.
9. All in One PC (Touchscreen PC)
  Komputer dimana motherboard, Processor, memory dan komponen komputer lainnya bersatu dengan monitor. Ukuran komputer ini beragam bisa mencapai 62 inc. Komputer ini juga dilengkapi dengan port Keyboard dan mouse wireless, selain itu layarnya juga layar sentuh, sehingga dapat mengakses menu dengan hanya menekan jari ke menu tersebut.

  Sebenarnya banyak lagi bentuk komputer, dan setiap tahun akan bertabah jenis komputer untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.Tetapi saya hanya mengambil beberapa contoh jenis komputer yang sering digunakan saja

untuk melihat definisi komputer silahkan klik disini

Kamis, 16 Maret 2017

DEFINISI KOMPUTER

KOMPUTER 

#Latar Belakang
Mengetahui lebih dalam lagi tentang Komputer agar mendapat pengetahuan lebih

#Maksud Dan Tujuan
Memahami dan mempelajari materi Komputer

#Alat Dan Bahan 
- Referensi

1. Definisi Komputer
     Istilah komputer mempunyai arti yang luas dan berbeda bagi setiap orang. Istilah komputer (computer) diambil dari bahasa Latin computare yang berarti menghitung (to compute atau to reckon).

A.) Menurut Blissmer (1985) 
 komputer adalah suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas, yaitu menerima input, memproses input sesuai dengan instruksi yang diberikan, menyimpan perintah-perintah dan hasil pengolahannya, serta menyediakan output dalam bentuk informasi.
 
B.) Menurut Sanders (1985)
 komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output berdasarkan instruksi-instruksi yang telah tersimpan di dalam memori. Dan masih banyak lagi ahli yang mencoba mendefinisikan secara berbeda tentang komputer. Namun, pada intinya dapat disimpulkan bahwa komputer adalah
suatu peralatan elektronik yang dapat menerima input, mengolah input, memberikan informasi, menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer, dapat menyimpan program dan hasil pengolahan, serta bekerja secara otomatis.

 definisi tersebut terdapat tiga istilah penting, yaitu input (data), pengolahan data, dan informasi (output). Pengolahan data dengan menggunakan komputer dikenal dengan nama pengolahan data elektronik (PDE) atau elecronic data processing (EDP). Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan (fakta), dapat berupa angka-angka, huruf, simbol-simbol khusus, atau gabungan dari ketiganya. Data masih belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut.

 Pengolahan data merupakan suatu proses manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berati, yaitu berupa suatu informasi. Dengan demikian, informasi adalah hasil dari suatu kegiatan pengolahan data yang memberikan bentuk yang lebih bermakna dari suatu fakta. Oleh karena itu, pengolahan data elektronik adalah proses manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih bermakna berupa suatu informasi dengan menggunakan suatu alat elektronik, yaitu komputer. 

  Untuk mengetahui jenis-jenis komputer silahkan klik disini



Rabu, 15 Maret 2017

DEFINISI PROFESIONAL

DEFINISI PROFESIONAL


#PENGERTIAN
Hasil gambar untuk profesional   Profesional adalah istilah bagi seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya. Orang tersebut juga merupakan anggota suatu entitas atau organisasi yang didirikan seusai dengan hukum di sebuah negara atau wilayah. Meskipun begitu, seringkali seseorang yang merupakan ahli dalam suatu bidang juga disebut "profesional" dalam bidangnya meskipun bukan merupakan anggota sebuah entitas yang didirikan dengan sah. Sebagai contoh, dalam dunia olahraga terdapat olahragawan profesional yang merupakan kebalikan dari olahragawan amatir yang bukan berpartisipasi dalam sebuah turnamen/kompetisi demi uang.
   Karyawan profesional adalah seorang karyawan yang digaji dan melaksanakan tugas sesuai juklak (Petunjuk Pelaksanaan) dan juknis (Petunjuk Teknis) yang dibebankan kepada dia. Sangat wajar jika dia mengerjakan tugas di luar Juklak dan Juknis dan meminta upah atas pekerjaannya tersebut. Karena profesional adalah terkait dengan pendapatan, tidak hanya terkait dengan keahlian.

   Seorang profesional adalah anggota dari profesi atau orang yang mencari nafkah mereka dari kegiatan profesional yang ditentukan. Istilah ini juga menggambarkan standar pendidikan dan pelatihan yang mempersiapkan anggota profesi dengan pengetahuan tertentu dan keterampilan yang diperlukan untuk melakukan peran khusus mereka dalam profesi itu. Selain itu, sebagian besar profesional tunduk kode ketat perilaku, mengabadikan ketat etika dan kewajiban moral yang . standar profesional praktek dan etika untuk bidang tertentu biasanya disepakati dan dipertahankan melalui diakui secara luas asosiasi profesional , seperti IEEE . Beberapa definisi "profesional" batas istilah ini untuk orang-orang profesi yang melayani beberapa aspek penting dari kepentingan publik dan baik umum masyarakat.
   Dalam beberapa budaya, istilah ini digunakan sebagai singkatan untuk menggambarkan strata sosial tertentu pekerja terdidik yang menikmati cukup otonomi kerja dan yang umumnya terlibat dalam karya kreatif dan intelektual menantang.

Berikut pengertian profesional menurut para ahli:


1)   Prof. Soempomo Djojowadono (1987), profesional adalah mempunyai sistem pengetahuan yang isoterik (tidak dimiliki sembarang orang), ada pendidikannya dan latihannya yang formal dan ketat, membentuk asosiasi perwakilannya. Ada pengembangan kode etik yang mengarahkan perilaku para anggotanya.


2)    Soemarno P. Wirjanto (1989), profesional adalah harus ada ilmu yang diolah di dalamnya, harus ada kebebasan, tidak boleh ada hubungan hirarki. Harus ada kebebasan  (hak tidak boleh dituntut) terhadap penentuan sikap dan perbuatan dalam menjalankan profesinya. Harus ada kode etik dan peradilan kode etik oleh suatu majelis peradilan kode etik.


3)     Menurut Soedijarto (1990:57) mendefinisikan profesional sebagai perangkat atribut-atribut yang diperlukan guna menunjang suatu tugas agar sesuai dengan standar kerja yang diinginkan. Dari pendapat ini, sebutan standar kerja merupakan faktor pengukuran atas bekerjanya seorang atau kelompok orang dalam melaksanakan tugas.





Seorang profesional tentunya harus mempunyai keahlian yang didapatkan melalui suatu proses pendidikan yang berkualitas dan disamping itu terdapat juga unsur semangat pengabdian dalam melaksanakan suatu kegiatan kerja. Dalam melakukan tugas profesi, seorang profesional harus dapat bertindak objektif, yang artinya harus membuang rasa malas, malu maupun enggan bertindak dan mengambil keputusan.





Seorang yang profesional juga adalah seorang yang mempunyai dedikasi yang tinggi dalam pekerjaan yang dia pegang/kerjakan, tekun, tepat waktu dan bertanggung jawab atas pekerjaannya tersebut. Lebih rincinya, bertanggung jawab di sini berarti dia harus mengerjakan sesuatu secara detil, baik itu jenis, bentuk dan tujuan dia mengerjakan sebuah pekerjaan tersebut, itulah yang dianggap sebagai istilah “Learning by doing”.

  
#ETIKA
  Etika profesional mencakup standar pribadi, organisasi, dan perusahaan dari perilaku yang diharapkan oleh para profesional .
   Profesionalisme istilah yang awalnya diterapkan sumpah dari perintah agama. Oleh setidaknya tahun 1675, istilah telah melihat aplikasi sekuler dan diaplikasikan pada tiga profesi yang dipelajari: Divinity , Hukum , dan Kedokteran . Profesionalisme Istilah ini juga digunakan untuk profesi militer sekitar waktu yang sama.
   Profesional dan mereka yang bekerja di profesi mengakui latihan pengetahuan khusus dan keterampilan. Bagaimana penggunaan pengetahuan ini harus diatur ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat dapat dianggap sebagai masalah moral dan disebut etika profesional.
   Profesional mampu membuat penilaian, menerapkan keterampilan mereka, dan mencapai keputusan dalam situasi bahwa masyarakat umum tidak bisa karena mereka belum mencapai pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. [4] Salah satu contoh paling awal dari etika profesi adalah sumpah Hippocrates yang medis dokter masih mematuhi hari ini.

#KEWAJIBAN MORAL
   Kewajiban moral jangka memiliki sejumlah makna dalam filsafat moral , di agama , dan dalam istilah awam. Secara umum, ketika seseorang mengatakan suatu tindakan bahwa itu adalah "kewajiban moral," mereka merujuk pada keyakinan bahwa perbuatan itu salah satu yang ditentukan oleh set mereka nilai .
   Moral filsuf berbeda mengenai asal dari kewajiban moral, dan apakah kewajiban tersebut eksternal untuk agen (yaitu, yang, dalam arti, tujuan dan berlaku untuk semua agen) atau internal (yaitu, didasarkan pada agen pribadi keinginan, pendidikan, hati nurani, dan sebagainya).
Kewajiban menjadi kode set dimana seseorang untuk mengikuti. (Kewajiban) dapat ditemukan oleh rekan-rekan individu yang menetapkan kode yang dapat melawan keinginan individu itu sendiri. individu akan mengungkapkan moralitas mereka oleh orang mengikuti kode set (s) melalui melihatnya sebagai baik untuk menenangkan masyarakat.

  Kewajiban adalah tindakan seseorang diperlukan untuk mengambil, apakah hukum atau Kewajiban adalah tindakan seseorang diperlukan untuk mengambil, apakah hukum atau kewajiban moral . Ada juga kewajiban dalam konteks normatif lainnya, seperti kewajiban etiket , sosial kewajiban, dan mungkin dalam hal politik , di mana kewajiban persyaratan yang harus dipenuhi. Ini umumnya hukum kewajiban, yang dapat dikenakan hukuman untuk non-pemenuhan, meskipun orang-orang tertentu diwajibkan untuk melaksanakan tindakan tertentu untuk alasan lain juga, apakah sebagai tradisi atau untuk alasan sosial. Ada juga kewajiban dalam konteks normatif lainnya, seperti kewajiban etiket , sosial kewajiban, dan mungkin dalam hal politik , di mana kewajiban persyaratan yang harus dipenuhi. Ini umumnya hukum kewajiban, yang dapat dikenakan hukuman untuk non-pemenuhan, meskipun orang-orang tertentu diwajibkan untuk melaksanakan tindakan tertentu untuk alasan lain juga, apakah sebagai tradisi atau untuk alasan sosial.

#TUGAS
   Tugas (dari "karena" yang berarti "yang karena"; Old French : deu, melakukan, past participle dari devoir; Latin : debere, debitum, mana " utang ") adalah istilah yang menyampaikan rasa komitmen moral atau kewajiban untuk seseorang atau sesuatu. Komitmen moral yang harus menghasilkan tindakan;  Itu bukan soal perasaan pasif atau pengakuan belaka. Ketika seseorang mengakui tugas, orang yang secara teoritis berkomitmen dirinya untuk pemenuhannya tanpa mempertimbangkan kepentingan mereka sendiri. Hal ini tidak berarti bahwa hidup tugas sepenuhnya menghalangi kehidupan rekreasi; Namun, pemenuhan umumnya melibatkan beberapa pengorbanan dari kepentingan pribadi. Biasanya, "tuntutan keadilan, kehormatan, dan reputasi yang sangat terikat" dengan tugas. 
   Cicero , seorang filsuf awal yang membahas tugas dalam karyanya "On Duty", menunjukkan bahwa tugas dapat berasal dari empat sumber berbeda: 
  1. sebagai akibat dari menjadi manusia
  2. sebagai akibat dari seseorang tempat tertentu dalam kehidupan (keluarga seseorang, negara seseorang, pekerjaan seseorang)
  3. sebagai akibat dari karakter seseorang
  4. sebagai akibat dari harapan moral seseorang sendiri untuk diri sendiri
   Berbagai penggunaan turunan dari kata bermunculan dari ide akar kewajiban , konsep yang terlibat dalam gagasan tugas; sehingga digunakan dalam pelayanan yang dilakukan oleh menteri dari gereja , oleh tentara , atau oleh karyawan atau pegawai.
   Banyak sekolah pemikiran telah diperdebatkan ide tugas. Sementara banyak menegaskan tugas manusia dengan cara mereka sendiri, beberapa filsuf telah benar-benar menolak rasa kewajiban.
Tugas harus diterima dan dipahami atas dasar fondasi seseorang dari rasa dan pengetahuan. Oleh karena itu, tugas dan manifestasinya berbeda dengan nilai-nilai dari budaya ke budaya. Di satu sisi tugas dapat dilihat sebagai kerangka acuan, deskripsi pekerjaan, atau perilaku - dan itu adalah semua itu ... tapi tugas ini tidak hanya tentang melakukan hal yang benar, itu adalah tentang melakukan hal yang benar.

#CIRI-CIRI SEORANG PROFESIONAL
Adapun ciri ciri dari profesional yaitu sebagai berikut:


1)  Memiliki kemampuan dan pengetahuan yang tinggi (dengan jalan menempuh pendidikan sesuai dengan minatnya);


2) Memiliki kode etik (kode etik adalah pola aturan, tata cara, tanda atau pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan);


3)  Memiliki tanggung jawab profesi serta integritas yang tinggi;


4)  Memiliki jiwa pengabdian kepada masyarakat;


5)  Memiliki kemampuan yang baik dalam perencanaan program kerja;


6)  Menjadi anggota organisasi dari profesinya;



       



 #SETRATEGI



1. Kembangkan keahlian (Expert)

  Untuk menjadi seorang yang profesional tidak cukup hanya lewat pendidikan formal, diperlukan lebih dari sekedar gelar akademis. Kita perlu melalui proses pembelajaran dan pengembangan diri yang terus menerus. Kita harus menggali potensi dan kemampuan kita dan terus dikembangkan sampai kita menjadi ahli. Fokus pada kekuatan kita dan bukan pada kelemahan kita, lakukan eksplorasi (organisasi sebagai sarana), sadari setiap kita punya keunikan dan kekhususan jadi kita perlu inves waktu untuk mengembangkannya. Hal ini butuh ketekunan, usaha, kerja keras, kemauan yang kuat dan inisiatif. Terus tingkatkan pemahaman kita lewat seminar, buku, audio, latihan.



2. Mahir membangun hubungan (Relationship)

  Kemampuan kita membangun hubungan (bersosialisasi) dengan orang lain sangat menentukan keberhasilan kita dalam kehidupan. Ini berlaku dalam setiap aspek kehidupan seperti: pergaulan, organisasi, dunia usaha, pekerjaan, keluarga. Makanya tidak heran sejumlah studi ilmiah menyimpulkan 85% kunci sukses ditentukan bukan dari keahlian/keterampilan teknis melainkan kemahiran dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain. Bila anda ingin menjadi seorang yang profesional dalam hidup ini, apapun tujuan dan bidang yang anda pilih, anda harus belajar membina hubungan yang baik dengan orang banyak dari berbagai kalangan. Karena masyarakat mungkin masih bisa menerima orang yang tidak punya keahlian khusus tapi mereka sulit menerima orang yang tidak bisa berhubungan baik dengan orang lain.



3. Tingka tkan kemampuan berkomunikasi (Communicator)

   Seberapa jauh dan dalamnya suatu hubungan dapat terjalin ditentukan oleh komunikasi. 90% penyebab hancurnya suatu hubungan pernikahan, pertemanan, organisasi, bisnis, diakibatkan komunikasi yang salah. Komunikasi yang baik harus bersifat dua arah. Seorang komunikator yang handal adalah seorang pendengar yang baik. Seorang yang profesional harus mampu mengkomunikasikan suatu hal dengan jelas dan tepat pada sasaran.



4. Hasilkan yang terbaik (Excellent)

   Seorang profesional sejati akan selalu berusaha menghasilkan karya yang berkualitas tinggi dan kinerja yang maksimal. “Profesional don’t do different thing, they do thing differently”. Untuk menjadi profesional kita harus terus mencoba memberikan dan mengerjakan lebih dari apa yang diharapkan. Waktu kita lakukan suatu kegiatan, project, kerjaan, tugas hasilkan yang terbaik. Jangan puas dengan rata-rata kejar hasil yang excellent. Lakukan yang terbaik hari ini untuk bayaran hari esok. Pikirkan selalu (Mindset) apa yang dapat saya lakukan untuk add value bukan apa yang saya bisa peroleh.



5. Berpenampilan menarik (Good Looking)

   First impression is very important! Karena orang akan menilai kita 10 detik pertama apakah mereka bisa menerima kita atau tidak. Sama halnya kalau kita mau beli barang lihat packaging dulu, mau nonton film lihat preview dulu, mau masuk toko lihat dekor yang paling menarik. Penampilan menarik tidak harus mahal, anda hanya perlu kreatifitas dalam menata penampilan diri anda.



6. Kehidupan yang seimbang (Balance of life)

   Seorang profesional harus mampu atur prioritas dan menjalankan berbagai peran. Setiap kita mungkin memiliki banyak peran dalam hidup ini seperti: sebagai anak, ayah, anggota organisasi, ketua, sales, karyawan. Kita harus dapat berfungsi dengan benar sesuai dengan peran yang kita jalankan jangan sampai tercampur aduk. Hidup ini harus dijaga agar seimbang dalam berbagai aspek.



7. Memiliki nilai moral yang tinggi (Strong Value)

   Untuk menjadi seorang yang profesional sejati kita harus memiliki nilai moral yang tinggi. Hal ini yang akan membedakan setiap kinerja, usaha, karya dan kegiatan yang kita lakukan dengan orang lain. Sementara orang lain kompromi, menggunakan cara-cara yang tidak etis untuk mencapai tujuannya kita tetap berpegang pada prinsip yang benar. Diluar sana ada begitu banyak cara-cara pintas dan penyimpangan yang terjadi, oleh karena itu kita harus mampu mempertahankan sikap profesionalisme. Perlahan-lahan masyarakat akan menyadari bahwa anda berbeda dengan yang lainnya.